Berita Terkini

PASTI Indonesia Pidanakan TIMSES UTAYOH Yang Memanfaatkan Video Kampanye Anti Korupsi Untuk Kampanye Hitam Dalam PILKADA

MA_News Jakarta. Perhimpunan PASTI Indonesia telah melaporkan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak berjargon UTAYOH bersama Tim Suksesnya ke Bareskrim Mabes Polri. Hal ini dikarenakan Paslon berjargon UTAYOH dan Tim Suksesnya dinilai telah memanfaatkan video Kampanye Anti Korupsi milik PASTI Indonesia yang di unggah melalui akun pribadi Ketua Dewan Pembina PASTI Indonesia Arlex Susanto.

Dalam keterangannya kepada MA_News Denny selaku Ketua Umum PASTI Indonesia menjelaskan bahwa video yang dibuat oleh Arlex Susanto selaku Ketua Dewan Pembina PASTI Indonesia sesungguhnya merupakan sebuah tradisi tahunan dalam lembaga PASTI Indonesia menyongsong hari Anti Korupsi. Jelas Denny.

“Apa yang dilakukan oleh Ketua Dewan Pembina PASTI Indonesia sebenarnya merupakan sebuah tradisi tahunan di PASTI Indonesia, dikatakan pula olehnya (Denny-Red) bahwa setiap menyongsong Hari Anti Korupsi kita di PASTI Indonesia selalu membeberkan kasus-kasus korupsi yang dilakukan oleh para pemimpin yang cenderung tamak dan rakus merampok uang rakyat”. Tegas Denny.

Dirinya menilai perbuatan yang dilakukan oleh Paslon Bupati dan Wakil Bupati berjargon UTAYOH bersama Tim Suksesnya di Fakfak tentu hanya untuk kepentingan Kampanye Hitam (Black Campaign) untuk memenangkan UTAYOH selaku Paslon Bupati dan Wakil Bupati pada pemilukada 9 Desember 2020 di Fakfak, dan tentu saja perbuatan ini sangat menciderai potret demokrasi di negara kita ini. Selain itu perbuatan yang dilakukan tersebut tidak dan tanpa izin PASTI Indonesia selaku pemilik video. Ia juga menambahkan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh TIMSES Utayoh merupakan bentuk pelanggaran terhadap UU ITE Pasal 27 ayat (3): “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”. Adapun ancaman pidana bagi mereka yang memenuhi unsur dalam Pasal 27 ayat (3) UU ITE adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah). Tegas Denny.

Selain itu Arlex selaku Ketua Dewan Pembina PASTI Indonesia yang merilis video anti korupsi menuturkan bahwa dirinya tidak tahu dan menyadari kalau selama ini video-video yang dibuatnya dimanfaatkan oleh TIMSES UTAYOH untuk menyerang PASLON SADAR selaku rival tanding dalam Pilkada Fakfak. Pada hal tujuan dirinya (Arlex-red) merilis video tersebut dalam rangka menentang praktek-praktek korupsi yang dilakukan oleh sejumlah elite di daerah. Ia juga mengira bahwa Untung Tamsil selaku paslon Bupati Fakfak selama ini bersih dan tidak terlibat dalam skandal korupsi di Birokrasi Pemerintahan Fakfak, namun fakta belakangan baru diketahui berdasarkan hasil investigasi PASTI Indonesia pada Dinas Perikanan dan Kelautan Fakfak, ternyata ditemukan dugaan kuat keterlibatan UT dalam skandal KKN sejak tahun 2018-2019 yang juga menyeret sejumlah nama-nama pengusaha lokal dengan taksiran kerugian Negara yang hampir mencapai 2,8 Milyard. Tutup Arlex. (Admin)

Facebook Comments

Trending

To Top