Berita Terkini

Ini Alasan Pengibaran Bendera Bintang Kejora di Fakfak

WhatsApp Image 2019-08-25 at 19.43.42Fakfak MA-News. Rabu (21/08/19) ribuan masa tumpah-ruah di depan Kantor Dewan Adat Mbaham Matta dan hendak melakukan aksi demonstrasi anti kekerasan dan rasisme terhadap Mahasiswa Papua yang berada di Surabaya. Aksi Solidaritas Anti Kekerasan dan Rasisme yang direncanakan berlangsung secara damai ini, diresponi oleh sejumlah lapisan masyarakat di Kabupaten Fakfak. Masa dari sejumlah kampung baik di pesisir pantai hingga pegunungan berkumpul di halaman kantor Dewan Adat Mbaham-Matta sejak pukul 07.00 pagi. Dan hendak berjalan menuju halaman parkir plaza Thumburuni yang merupakan titik kumpul berdasarkan undangan dan selebaran yang disebarkan namun dalam perjalanannya mereka di hadang oleh sejumlah Aparat Keamanan (TNI/Polri), dan mereka dipaksakan kembali melakukan aksinya di depan kantor Dewan Adat Mbaham Matta.

Lantaran kecewa dan marah dengan tindakan aparat kemanan, akhirnya massa aksi kembali ke halaman Kantor Dewan Adat Mbaham Matta dan mengibarkan bendera bintang kejora. seorang massa aksi yang sempat di wawancarai dan enggan menyebutkan namanya, mengatakan bahwa Tindakan pengibaran bendera Bintang Kejora merupakan wujud kekecewaan terhadap aparat keamanan yang tidak memberikan mereka kesempatan berorasi di halaman parkir plaza Thumburuni Fakfak. “Kita kasih naik bendera Bintang Kejora karena Aparat Keamanan tidak izinkan kita berkumpul di halaman parkir plaza Thumburuni Fakfak untuk berorasi” Ujar Dia.

Dirinya juga mengatakan bahwa sempat terjadi tawar-menawar dan adu mulut antara massa pendemo dengan aparat keamanan terkait keinginan mereka untuk memasuki halaman parkir plaza Thumburuni dan menyampaikan aspirasi mereka. namun karena kekhawatiran akan adanya anarkisme berlebihan lantaran pembludakan massa pendemo tersebut, Aparat keamanan harus memblokade akses masuk halaman parkir Plaza Thumburuni dan memaksakan massa tetap bertahan di halaman kantor dewan adat. “kita sempat berdebat dengan aparat untuk masuk ke halaman plaza thumburuni namun karena mereka (Aparat Keamanan) takut nanti akan terjadi tindakan anarkis dan pengurasakan makanya mereka blokade jalan masuk pasar thumburuni” ungkap dirinya.

Lebih jauh ditegaskan pula bahwa dalam proses tawar-menawar dan adu mulut antar massa pendemo dengan Mereka (Aparat Keamanan), langsung melepaskan tembakan sebanyak dua kali sehingga memicu reaksi emosional massa terhadap aparat keamanan. “pada saat berdebat dengan mereka (aparat keamanan) langsung melepaskan tembakan sebanyak dua kali” kata dia. Red-Arlex

Facebook Comments

Trending

To Top