Berita Terkini

Fakfak TERSENYUM dan Kaimana Pun TERKABUL

Jakarta (MAnews) – Pilkada serentak telah berlalu, pilkada yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2020 dimana bertepatan dengan hari Anti Korupsi sedunia, kiranya membawa angin segar perubahan pada beberapa wilayah di Papua Barat khususnya Fakfak dan Kaimana.

Pilkada Fakfak sendiri hanya mempertemukan dua kandidat, pertama,yakni kandidat Independen yang diwakili oleh pasangan UTAYOH (TERSENYUM) melawan kandidat yang di usung 10 Parpol ditambah dukungan full Bupati Fakfak yang juga terlapor skandal mega korupsi kabupaten Fakfak, Mohammad Uswanas, pasangan kedua ini diwakili oleh SADAR.

Demikian pula dengan Pilkada Kaimana, yang juga hanya mempertemukan dua kandidat, yakni pasangan TERKABUL melawan implementasi Incumbent, RISMA yang di usung PDI P dan didukung oleh Bupati Kaimana yang juga terlapor skandal mega korupsi kabupaten Kaimana, Matias Mairuma.

Untuk pengumuman pemenang sendiri tentu menunggu rapat pleno KPU Kabupaten, yang akan diumumkan serentak pada tanggal 26 Desember 2020, namun tentunya hasil perhitungan di lapangan dengan mudah di dapat oleh masing-masing kandidat melalui para saksinya di tiap-tiap TPS.

Untuk Fakfak sendiri, hasil perhitungan dilapangan pada malam hari telah di dapat oleh tim TERSENYUM, UTAYOH, dimana kemenangan di raih oleh independen berkat dukungan masyarakat fakfak yang rindu dengan perubahan.

adapun hasil kongkrit yang berhasil dikumpulkan tim UTAYOH sesuai dengan data di masing-masing TPS adalah sebagai berikut :

Dari hasil perhitungan diatas, tentunya sebuah kabar gembira bagi masyarakat fakfak, dimana implementasi suara rakyat melalui Independen memenangi perhelatan pesta demokrasi, ini cukup menjadi kado akhir tahun yang menyenangkan bagi masyarakat Fakfak yang hampir 10 Tahun ini merasakan tidak adanya pembangunan kongkrit bagi masyarakat. Masyarakat Fakfak sudah bisa TERSENYUM untuk angin perubahan yang akan membawa Fakfak lebih humanis dan maju.

Di pihak lain, tentunya tim SADAR tidak ingin kalah, SADAR melalui Samaun Hegemur juga mengumumkan klaim bahwa SADAR menang, namun agaknya cukup lucu dan mengelitik. Klaim kemenangan SADAR hanya melalui secarik kertas, tanpa ada data kongkrit yang di paparkan, sebagaimana foto dibawah ini :

 

Entah memang belum berpengalaman dalam Pilkada, atau sedang membangun dusta, secarik kertas hasil print dipakai menyatakan kemenangan. Hal semacam ini justru hanya akan menampilkan kekalahan telak ada di kubu SADAR, karena SADAR di support dengan 10 parpol, Pendanaan yang mempuni serta di dukung oleh Bupati Fakfak, Mohammad Uswanas yang juga terlapor Skandal Mega Korupsi kabupaten Fakfak. Tentunya tidak sulit mendapatkan hasil lapangan per TPS dari saksi-saksi mereka yang ada disana. Loh kok ini hanya mengandalkan sebuah kertas print tanpa pemaparan kongkrit sebagaimana yang ditampilkan tim UTAYOH, ada apa? Malu mengakui atau belum bisa terima?

Untuk Kabupaten Kaimana sendiri, sepertinya sebuah kado penutup tahun yang indah juga menyambangi masyarakat disana, doa masyarakat yang menginginkan perubahan signifikan akhirnya juga TERKABUL. Dari data yang masuk ke Redaksi MANews, pasangan TERKABUL unggul atas RISMA dalam perhelatan pesta demokrasi rakyat, Pilkada 2020 Kabupaten Kaimana. Namun hingga saat ini, dari informasi yang dikumpulkan MAnews, Pihak RISMA belum merespon kemenangan TERKABUL di Kabupaten Kaimana, entah masih belum terima atau malu untuk mengakui.

Kemenangan kedua kabupaten ini tentu adalah kemenangan masyarakat yang rindu akan perubahan, kado manis bagi mereka yang berharap dapat TERSENYUM dan perubahan dapat segera TERKABUL.

Disisi lain, Redaksi MAnews menerima laporan PASTI Indonesia terkait Skandal Korupsi terbaru :

  1. Adanya penyalahgunaan anggaran dari POS PUPR Kabupaten Fakfak untuk kampanye kandidat dan pengamanan suara
  2. Penyalahgunaan Anggaran Covid Kabupaten Fakfak untuk kampanye kandidat dan pengamanan suara
  3. Penyalahgunaan Anggaran Covid Kabupaten Kaimana untuk kampanye kandidat dan pengamanan suara

PASTI Indonesia sendiri membocorkan kepada MAnews, sedang mempersiapkan laporan terkait hal tersebut diatas dan akan segera di laporkan ke KPK dan Bareskrim MABES POLRI.

selain itu PASTI Indonesia menyampaikan beberapa temuan selama pilkada, yakni :

  1. ASN terlibat dalam kampanye di fakfak dan kaimana, serta penggunaan Fasilitas Negara untuk tujuan itu
  2. Penyelenggara pemilu ikut serta dalam kampanye, ditemukan di Fakfak dan Kaimana
  3. Keberpihakan aparat keamanan (Kepolisian) terhadap kandidat tertentu, terjadi di Fakfak dan Kaimana
  4. Abuse of Power oleh oknum Menteri yang melanggar protap kesehatan, dimana kondisi Fakfak masih lockdown namun oknum tersebut dengan mudah masuk dan tanpa di karantina dapat memimpin rapat

Semua laporan ini akan segera dilaporkan PASTI Indonesia kepada DKPP,Ombudsman RI, Kompolnas dengan tembusan deputi SDM Mabes POLRI, serta Gugus Covid Nasional.

Kiranya kemenangan masyarakat ini dapat dikawal dengan baik, hingga pengumuman resmi KPU pada tanggal 26 Desember 2020. Suara rakyat adalah amanah perubahan, kemenangan rakyat adalah mutlak. Kiranya kado manis pada akhir tahun ini tidak boleh lagi di kotori oleh tangan-tangan jahat, masyarakat harus menjadi MATA untuk terus mengawal suara hingga pada penetapan. (MAnews)

 

 

 

Facebook Comments

Trending

To Top